Rabu, 31 Desember 2008

PENYULUHAN KESEHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita dan penyakit kronik yang serius di Indonesia saat ini. Setengah dari jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) tidak terdiagnosa karena pada umumnya diabetes tidak disertai gejala sampai terjadinya komplikasi. Prevalensi penyakit diabetes meningkat karena terjadi perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya aktifitas fisik dan meningkatnya jumlah populasi manusia usia lanjut.

Dengan makin majunya keadaan sosio ekonomi masyarakat Indonesia serta pelayanan kesehatan yang makin baik dan merata, diperkirakan tingkat kejadian penyakit diabetes mellitus (DM) akan makin meningkat. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosio ekonomi. Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia di dapatkan prevalensi sebesar 1,5-2,3 % pada penduduk usia lebih besar dari 15 tahun. Pada suatu penelitian di Manado didapatkan prevalensi 6,1 %. Penelitian di Jakarta pada tahun 1993 menunjukkan prevalensi5,7%.

Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2 %, akan didapatkan 3,56 juta pasien Diabetes Mellitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani sendiri oleh para ahli DM. Oleh karena itu antisipasi untuk mencegah dan menanggulangi timbulnya ledakan pasien DM ini harus sudah dimulai dari sekarang.

Dalam hal antisipasi untuk pencegahan DM ini yang sangat perlu diperhatikan adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada penderita Diabetes Mellitus.

Penyuluhan kesehatan pada penderita diabetes mellitus merupakan suatu hal yang amat penting dalam regulasi gula darah penderita DM dan mencegah atau setidaknya menghambat munculnya penyulit kronik maupun penyulit akut yang ditakuti oleh penderita. Dalam hal ini diperlukan kerjasama yang baik antara penderita DM dan keluarganya dengan para pengelola/penyuluh yang dapat terdiri dari dokter, perawat, ahli gizi dan tenaga lain.

Untuk dapat menyuluh, dengan sendirinya para penyuluh harus benar-benar dapat memahami dan menyadari pentingnya Pendidikan Kesehatan DM serta mampu menyusun serta menjelaskan materi penyuluhan yang hendak di sampaikan kepada pasien. Dalam penyampaian materi penyuluhan tersebut, fasilitator dapat memakai bermacam-macam sarana seperti ceramah, seminar, diskusi kelompok dan sebagainya. Semuanya itu tujuannya untuk mengubah periakal (knowledge), perirasa (attitude) dan perilaku (behaviour). Perubahan perilaku inilah yang paling sukar dilaksanakan.

Penyuluhan diperlukan karena penyakit diabetes penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup. Pengobatan diabetes memerlukan keseimbangan antara beberapa kegiatan yang merupakan bagian intergral dari kegiatan rutin sehari-hari seperti makan, tidur bekerja dan lain-lain. Pengaturan jumlah serta jenis makanan serta olah raga oleh pasien serta keluarganya. Berhasilnya pengobatan diabetes tergantung pada kerja sama antara petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. Pasien yang mempunyai pengetahuan cukup tentang diabetes, kemudian selanjutnya mengubah perilakunya, akan dapat mengendalikan kondisi penyakitnya sehingga ia dapat hidup lebih lama.

Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dengan memberikan penyuluhan diabetes antara lain :

  1. Agar pasien dapat hidup lebih lama dan dalam kebahagiaan. Kualitas hidup sudah merupakan kebutuhan bagi seseorang, bukan hanya kuantitas, seseorang yang bertahan hidup, tetapi dalam keadaan tidak sehat akan mengganggu kebahagiaan dan kestabilan keluarga.
  2. Untuk membantu pasien agar mereka dapat merawat dirinya sendiri, sehingga komplikasi yang mungkin timbul dapat dikurangi, selain itu juga jumlah hari sakit dapat ditekan.
  3. Agar pasien dapat berfungsi dan berperan sebaik-baiknya didalan masyarakat.
  4. Agar penderita dapat lebih produktif dan bermanfaat.
  5. Menekan biaya perawatan baik yang dikeluarkan secara pribadi, keluaraga ataupun secaranasional.

Penyuluhan diabetes Mellitus dapat dilakukan untuk pencegahan Primer, Sekunder dan Tersier. Adapun pada penyuluhan pencegahan Primer, dilakukan terhadap orang-orang yang belum menderita DM tetapi potensial untuk menderita. Untuk pencegahan primer ini tentu saja kita harus mengenal faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya DM dan berusaha mengeliminasi faktor tersebut.

Penyuluhan menjadi sangat penting fungsinya untuk mencapai tujuan ini. Masyarakat secara menyeluruh dengan melalui lembaga swadaya Masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan dalam usaha pencegahan primer. Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait baik pihak Departemen Kesehatan maupun Departemen Pendidikan, melalui usaha Pendidikan Kesehatan yang harus dimulai sejak pra sekolah, misalnya dengan menekankan pentingnya kegiatan jasmani yang teratur dan menjaga agar tidak gemuk serta pentingnya pola makan yang sehat. Kepada remaja perlu juga diinformasikan dan dijelaskan mengenai bahaya-nya dampak yang ditimbulkan akibat merokok.

Penyuluhan dalam hal pencegahan sekunder adalah dalam mengelola pasien DM, sejak awal kita harus sudah waspada akan kemungkinan komplikasi-komplikasi kronik yang mungkin timbul. Sejauh mungkin kita harus berusaha mencegah timbulnya komplikasi tersebut.

Penyuluhan mengenai DM dan pengelolaannya sangat penting untuk mendapatkan ketaatan berobat pasien yang baik dan teratur. Pengaturan sistem rujukan yang baik menjadi sangat penting untuk memback up pelayanan kesehatan primer yang merupakan ujung tombak pengelolaan DM. Dengan demikian akan dapat diharapkan hasil pengelolaan yang sebaik-baiknya, apalagi bila ditunjang pula dengan adanya tata cara pengelolaan baku yang dapat menjadi pegangan bagi para pengelola.

Pencegahan Tersier perlu dilakukan pada pasien DM, kalau komplikasi kronik DM ternyata timbul juga, sehingga dalam hal ini pihak pengelola harus mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut dengan usaha pengelolaan komplikasi sebaik-baiknya dan usaha merehabilitasi pasien sedini mungkin sebelum kecacatan menjadi menetap dan tidak dapat lagi diperbaiki lagi.

PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN PRIMER

Penyuluhan pencegahan primer perlu dilakukan pada masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya (awareness) bahwa diabetes merupakan sutu problem kesehatan masyarakat dandapat dicegah dengan mengontrol kegemukan dan meningkatkan kegiatan jasmani, terutama pada individu dengan resiko tinggi.

Perencanaan kebijaksanaan bidang kesehatan harus mengerti implikasi sosio-ekonomik penyakit ini dan betapa vitalnya kedudukan penyuluhan dan edukasi dalam penatalaksanaan diabetes, agar kemudian dapat dimotivasi untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien diabetes.

Pada penyuluhan tingkat primer ini yang menjadi sasaran adalah orang sehat yang belum terdiagnosa diabetes, tetapi beresiko tinggi untuk terkena diabetes, misalnya anak-anak penderita diabetesdan sebagainya. Adapun materi penyuluhan yang perlu disampaikan pada mereka adalah megenai faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya diabetes dan usaha untuk mengurangi faktor resiko tersebut.

PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN SEKUNDER

Penyuluhan untuk pencegahan sekunder perlu diberikan pada mereka yang baru terdiagnosa diabetes, Kelompok pasien diabetes ini masih sangat perlu diberi pengertian mengenai penyakit diabetes supaya, mereka dapat mengendalikan penyakitnya mengontrol gula darah, mengantur makanan dan melakukan aktifitas olah raga sesuai dengan keadaan dirinya sehingga pada akhirnya pasien akan merasa nyaman, karena bisa mengendalikan gula darahnya. Materi penyuluhan pada tingkat pertama adalah:

§ Diabetes : Apakah itu diabetes mellitus.

§ Penatalaksanaan diabetes secara umum.

§ Obat-obat untuk mengontrol glukosa darah (tablet dan insulin).

§ Perencanaan makan dengan menggunakan bahan makanan penukar.

§ Diabetes dan kegiatan jasmani (olah Raga).

Materi Penyuluhan pada tingkat lanjutan adalah:

§ Mengenal dan mencegah komplikasi akut diabetes.

§ Pengetahuan mengenai komplikasi kronik diabetes.

§ Penatalaksanaan diabetes selama menderita penyakit lain.

§ Pemeliharaan kaki diabetes.

PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN TERSIER

Pada penyuluhan untuk pencegahan tersier subyek yang menjadi sasaran adalah mereka yang sudah mengalami komplikasi. Jadi dalam hal ini yang sangat perlu disuluhkan pada pasien adalah:

§ Maksud, tujuan dan cara pengobatan pada komplikasi kronik diabetes.

§ Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan.

§ Kesabaran dan ketaqwaan untuk dapat menerima dan memanfaatkan keadaan hidup dengan komplikasi kronik.

Dalam hal pengobatan pasien yang sudah mengalami komplikasi kronik, untuk mencapai tujuan pengobatan pasien harus bekerja sama dengan suatu Tim yang akan membantunya dalam proses pengobatan sehingga tujuan pengobatan nya dapat tercapai. Manajemen dilakukan oleh tim multi disiplin yang merupakan kelompok dari beberapa disiplin yang mempunyai tujuan yang sama dalam bidang kesehatan/diabetes. Tim ini terdiri dari dokter, perawat mahir/khusus diabetes dan ahli diet. Setiap anggota tim bertanggu jawab atas pendapatannya dan keputusannya dalam bidang masing-masing demi tercapainya tujuan pengobatan pasien.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar